Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Pesantren Mahasiswa

Pesantren Mahasiswa merupakan sebuah gagasan yang sangat brilian dalam upaya menjadikan manusia yang pintar seutuhnya. Dalam Al-Quran manusia diperintahkan agar menjadi manusia ulil albab. Artinya, disamping kita diperintahkan berdzikir, kitapun diperintahkan meriset (berpikir) dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak bisa disangsikan lagi, mahasiswa merupakan insan cendikia yang selalu dilatih untuk meriset dalam kehidupan akademiknya. Namun, kehidupan kampus ternyata hanya menekankan aspek riset tanpa mengedepankan aspek spiritual itu sendiri. Dalam artian, nuansa sekularisasi pengetahuan masih terasa. Maka kehadiran sebuah pesantren Mahasiswa merupakan sebuah solusi dalam hal melakukan islamisasi sains. Mengapa hal ini perlu dilakukan? karena ulama-ulama salafushaleh terdahulu tidak mengenal dikotomi antara ilmu-ilmu dien dengan ilmu-ilmu umum. Salah satu contoh adalah Al Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali disamping seorang ahli Tasawuf beliau adalah pakar bidang teologi, pakar bidang phisikologi. Ulama lain adalah Ibnu Sina disamping seorang ulama, beliau adalah seorang dokter yang terkenal. Maka sudah saatnya dewasa ini kehadiran pesantren mahasiswa dapat melahirkan cendikiawan-cendikiawan muslim. Tentu saja kita berharap akan lahir dari pesantren Firdaus ini pakar-pakar bidang sains yang hafal al-quran dan al-quran. pakar-pakar bidang ilmu sosial yang hafal al-quran dan al-hadits.

Prinsip-prinsip Dakwah Islam

Oleh Dra. Nur 'Ainy Al Mascatty

A. PENDAHULUAN
Perubahan sosial di Indonesia terus berlangsung sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, bersamaan dengan hal tersebut agama-agama dan idiologi lain mulai menampakkan kegiatannya dengan memberkan pelayanan yang konkrit kepada masyarakat, sehingga masalah yang dihadapi da'wah Islam semakin komplek bertan dengan berbagai permasalahan sosial, politik, ekonomi, pendidikan, science dan teknologi.
Dengan munculnya kenyataan sosio kultural tersebut, harus menimbulkan kesadaran baru di kalangan pemeluk Islam untuk lebih mensistematiskan dakwahnya dalam berbagai bidang kehidupan, agar dakwah Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Dampak perubahan sosio kultural yang terjadi menyentuh angsung lembaga atau organisasi dakwah yang ditandai dengan ketidakmampuannya melihat masalah secara jelas, tema dakwah yang itu-itu saja sudah mulai kehilangan relevansinya, sedangkan model dakwah yang ada sudah tak dapat digunakan untuk meihat dan memecahkan masalah yang semakin rumit.
Permasalahn fundamental yang dihadapi oleh dakwah Islam di Indonesia adalah tidak adanya perencanaan kerangka dakwah yang disusun secara sistematis dan utuh untuk merealisasikan Islam dalam semua datarn kehidupan, dimana dakwah Islam yang dilakukan oleh lembaga apapun masih bersifat sampingandan sambil lalu.
Dalam rangka merealisir fungsi kekahlifahan maka upaya dakwah yang merupakan preoses aktualisasi iman memerlukan upaya yang sungguh-sungguh dan terorganisir secara rapi. Proses ini merupakan suatu peruabahan dari sistem merasa, berfikir, bersikap dan bertindak individu dan masyarakat menuju pembangunan dan penciptaan realitas sistem baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kebenaran, perdamaian, keindahan, kebaikan dan lain sebagaiya yang disebut sebagai realitas islami.
Para insan dakwah harus hadir sebagai pewaris nabi untuk memperbaiki dan mengubah kenyataan sistem kehidupan yan dzalim, dimna masyrajat telah membisu untuk menytakan kebenaran.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India